Anak sulung kami menyukai pelajaran matematika, katanya. Tapi… kalau menulis, waduh susah sekali, “kenapa harus menulis ummi… menulis itu sangat nggak enak…” begitu gaya keluhnya.
Kebetulan saya ada beberapa buku tematik dari Grasindo. Saya beli ketika masih di Yogya dulu, dengan harga diskon. Coba Bang, lihat gambarnya, dan tulis kira-kira gambarnya bercerita tentang apa. Ia kemudian mengambil bukunya dengan pasrah. Tetapi tidak berapa lama Ia sudah tertawa-tawa sendiri. Saya kemudian hampiri, ada apa yha…
Dan begini deh hasil tugasnya ;p
Keterangan gambar
1. “Uangnya cukup untuk beli es krim.”
2. “uangku mana yha tadi kan ada disini.”
3. “buru-buruan aku mau beli langsung.”
4. “cepetan warungnya mau tutup.”
5. “eh lupa aku harus nyiramin kodok.”
6. “mandi dulu ah, kan mau ke warung.”
7. “harus pakai baju bersih kan mau ke warung.”
8. “Harus sisiran kan mau ke warung.”
9. “pas di warung kok malah makan nasi kayak di restoran nggak makan es krim.”
10. “Ibu ini kembalian abis ke restoran.”
MasyaAllah, rupanya ia menemukan cara asyik agar belajar menulis dan menceritakan gambarnya menjadi lucu dan tidak menjemukan. Barakallahu fiik..
Btw, gambarnya nyambung dengan kalimatnya. Tapi tentu bukan itu yang dimaksud oleh si pembuat tugas. Tak apalah Nak, bersyukur kita homeschool, jadi tulisanmu malah membuat ummi tertawa-tawa. Hmm… nilai 1000 deh untuk kamu! ^^


Subhanalloh,, baca cerita belajarnya abang Abbas,, menyegarkan,,
subhanAllah… sy salut sm gaya belajar nya
hai sob, aku juga sedang menulis sebuah novel sederhana, kunjungi blogku yah : http://naharuddinnajm.wordpress.com