Feeds:
Tulisan
Komentar

Arsip untuk ‘Kreatifitas’ Kategori

Meronce asyik lho, bisa melatih motorik halus anak juga…^^ Ini Kakak, sedang meronce. Abang juga ikutan lho, tapi tidak di foto ^^

 

 

 

 

Mengenai Balita dan perkembangan fisik, psikomotriknya Anda bisa membacanya di Wiki.

Read Full Post »

Begini ini nih anak-anak kami kalau sedang “iseng” …

Y: Kaka buat kamera Mi…
U: Oke deh kk… senyum.

 

 

 

 

Y: Kk buat tas Mi.
U: Wah… lumayan yha buat koin. Hehehe…

 

 

 

 

 

 

U: Ummi buat cerita nih, kakak baca yha.
Y: Iya Mi. Nanti kakak buat cerita ummi baca yha…
U: Oke ^^

 

 

 

 

Ummi: Mungkin yang baca postingan ini juga sedang “iseng” ^^

Read Full Post »

Saya mendapatkan ide kegiatan ini dari klub oase di facebook yang di posting oleh Mbak lala. Maka ketika siang menjelang saya menjalan hampir sama persis seperti yang dilakukannya. Saya katakan kepada anak-anak untuk mengumpulkan bahan-bahan dari luar untuk dibuatkan sebuah karya apa saja. Saya berikan waktu pada mereka sekitar 15 menit. Eh…. tapi sebelum 15 menit sudah pada pulang lagi…;p padahal sih maunya lamaan dikit, secara ada yang mau saya kerjakan dirumah.

Akhirnya setelah sibuk buat-buat, yang cuma sebentar, jadi dua karya istimewa ini. Idenya unik, anak pertama kami membuat karya yang judulnya danau. Dia menambahkan batu-batu, pepohonan (diambil dari pohon pepaya) disekitar danau sederhana buatannya. Ide yang patut saya puji ketika dia mengusapkan penghapus papan tulis untuk menggambarkan kedalaman air danau. Di usap dan digosok-gosokkan ke kertas, jadi deh danau sederhana buatannya yang agak kelihatan menghitam.

Anak kedua kami menggunakan benda yang lebih sederhana. Ia membuat badan monyet dari lidi kecil dan kepalanya dari pecahan genteng. Eit… apa itu… ooo ternyata itu adalah pisang. Pisang dibuat dari batang pohon kecil yang dikupas-kupas menyerupai pisang. Judul karyanya monyet sedang makan pisang…^^ “Wah ini pisangnya lebih besar dari monyetnya nak…”, hahaha…anak kami terawa geli juga melihatnya.

Alhamdulillah bisa didokumentasikan, secara ayah abbas sedang ada dirumah. Jadi bisa difoto pakai notebook ayah Abbas. Ayooo di foto dulu…

 

Read Full Post »

Udah lama kepengen bikin prakarya (jiah, prakarya ;p) seperti yang didalam blog ummu aliyyah. Tapi berhubung malas beli karton tebal ke kota, jadi nggak jadi-jadi. Alhamdulillah, dapat juga karton tebal bekas kotak snack. Ceritanya ayah abbas dapat giliran untuk menyediakan konsumsi untuk rapat RT bulan ini. Ayah abbas harus menyediakan konsumsi dalam bentuk kotak untuk konsumsi warga setempat. Berhubung kami sukanya yang mudah, dan nggak pakai buat ^^ hehehe… jadi deh, isi snack konsumsi tersebut tinggal dipesan pada salah satu warga disekitar kami juga. Dan ketika selesai rapat warga, kotak makanannya dikumpulkan terus dibawa pulang oleh ayah abbas. Hahahaa…. ayah teladan deh ^^

Dengan modal kotak tersebut, siang tadi kami mengerjakan prakarya kami masing-masing. Yasmin membuat pot kecil dan bunga. Abbas membuat tank (yang sebenarnya nggak mirip tank sama sekali) ^^, dan saya membuat seperti yang sahabat saya buat ini ^^ Saya tidak dapat mendokumentasikan satu-satu pekerjaan kami, berhubung hanya bermodal kamera notebook ayah abbas ;p

Menjelang sore, anak-anak juga mau membuat seperti yang saya buat. Akhirnya saya berinisiatif membuat mainan untuk Hana. Bahannya dari lidi dua buat yang diikat seperti tanda tambah. Lalu digantungkan bentuk lingkaran, segitiga dan segi empat dengan benang. Taram… jadilah gantungan warna-warni yang menari ditiup angin. Anginnya dari kipas dikamar…hehehe…alhamdulillah. Sungguh suatu nikmat dari Allah…^^

Read Full Post »

Gema Ramadhan

Gema Ramadhan kembali menggema, kali ini ada diblog-blog berikut ini ^^

1. Membuat masjid jadi tempat mainan huruf-huruf yang menarik, cekidot ke blog sohib saya Ummu Aliyyah ^^
2. Banyak yang free disini (banyak juga yang bayar, hehehe….).FREE Mini Mu’min Ramadan Kit, membuat ramadhan jadi lebih berwarna ^^
2. Ramadan Book for Babies,
Ummu Nu’man sekali lagi membuat ebook yang istimewa, kali ini buku tentang ramadhan untuk bayi! MasyaAllah…^^

Anda punya link lain mengenai ramadhan lainnya, bisa beritahu saya…^^

Read Full Post »

Alhamdulillah menghadapi ramadhan tahun ini, jadi lebih semangat. Saya sudah mulai mengntip-intip blog tetangga homeschool muslim. Wah… MasyaAllah benar-benar asyik rasanya. Ahlan wa sahlan ya ramadhan ^^

Beberapa ide awal yang saya kumpulkan:
1. Pohon ‘puasa’
Jadi ide membuat sebuah pohon, dengan menggantungkan buahnya ketika anak-anak bisa menunaikan ibadah puasanya dengan baik. Ternyata yang punya ide seperti ini bukan hanya saya lho, hehehe… lebay.com. Ketika berkunjung ke blog ummu adam, saya mendapatkan link Youtube membuat date tree. Tapi sepertinya akan susah kami wujudkan, berhubung jadwal pindah rumah yang antar kota adalah pertengahan bulan puasa ini, InsyaAllah. Jadi, cari yang lebih mudah saja….^^

Alhamdulillah, ketika saya berkunjung ke blog Ummu Maimoonah, saya menemukan link untuk donlot fasting tree, free lho! MasyaAllah.

2. Membuat kerajinan tangan
Dalam ebook yang saya donlot disini, dikatakan bahwa mainan anak sebaiknya dilekatkan pada perlengkapan/tempat ibadah. Misalnya pada mesjid, sebab pada dasarnya seorang anak suka pada mainannya. Jika ia sudah suka dengan mainannya, mudah-mudahan akan timbul rasa cinta dan terikat pada tempat tersebut, InsyaAllah. (yeahh… kurang lebih begitu deh narasinya)

Link membuat masjid dr kain felt.

3. Lapbook
Contoh lapbook mengenai akhlak yang baik, ada di blog ummu abdul basir.

4. ebook ramadhan
Untuk anak usia PAUD mungkin bisa melirik ebook ebook ABC’s Ramadhan ke sini.

5. Game Ramadhan
Web ini memang penuh ispirasi, cekidot ramadhan charity game shodaqoh ^^

Demikian sekilas info…^^ Pliss share kepada saya, bila Anda memiliki ide mengenai ramadhan bersama putra-putri Anda dirumah. Silahkan mengisi pada kolom komentar yha, terima kasih.

Gambar diambil dari smartark.com

Read Full Post »

Banyak orangtua yang ingin anaknya bisa membaca diusia dini. Sebenarnya itu keinginan yang wajar, asal diimbangi dengan pemahaman dan pengajaran yang sesuai. Orangtua mana yang tidak ingin anaknya cerdas? Saya juga berharap demikian ^^. Tapi jika kemudian jadi memaksa anak untuk bisa membaca hingga membuatnya kapok, hemmm… jangan deh. Karena bisa membaca itu adalah sebuah keahlian. Sedangkan esensi anak bisa membaca, agar mau membaca buku khan yha? sukur-sukur jadi cinta ilmu. Jika diawal saja anak udah kapok dengan pengalaman baca membaca. Bagaimana ia kemudian bisa menjadi anak yang suka membaca? bener nggak sih? Memori yang indah mengenai belajar membaca, mungkin saja menjadi tonggak utama anak untuk cinta membaca.

Saya belajar dari banyak teman mengenai mengajarkan anak membaca diusia dini, MasyaAllah. Beberapa saya praktekkan sendiri, sedang yang lain saya jadikan sebagai ilmu pengetahuan saja. Syukur-syukur kalau nanti dipakai untuk anak-anak kami lainnya ^^ Berikut beberapa usaha teman-teman yang saya tahu untuk mendampingi anak-anaknya bisa membaca:

1. Read Aloud (membaca buku bersama dengan bersuara).
Ini adalah metode terbaik menurut saya. Sebab didalamnya ada spirit kesenangan dari membaca. orangtua dan anak sama-sama penelusuri buku, membuatnya menjadi petualangan-petualangan yang mengasyikkan. Dari kegiatan ini ternyata ada lho anak yang lantas jadi bisa membaca, hanya dari read aloud bersama. Anak-anak ini merekam pola tulisan berulang yang dibacakan kepadanya. Hei, mungkin ada yang ingat buku berjudul “Matilda”, karya Roal Dahl. Iabisa membaca tanpa belajar membaca ^^ Komunitas Reading Bugs beberapa waktu mencanangkan agar orangtua mau sejenak meluangkan waktunya membaca bersama anak setidaknya 15 menit setiap hari.

Metode read aloud ini juga yang dipakai oleh para ulama salaf (terdahulu) dan khalaf. Mereka membacakan suatu kitab kemudian disimak oleh murid-muridnya. Metode ini bisa dipakai untuk semua umur, tidak hanya anak-anak. Anak kami yang pertama juga demikian, walau ia sudah bisa membaca, tetapi membacakannya suatu buku tetap hal yang mengasyikkan bagi kami.
Ada buku yang tuntas membahas tentang Read Aloud, judulnya Read Aloud Handbook, karya Jim Trelease, penerbit Hikmah.

2. Mengenalkan huruf
Anak-anak kadang belum memahami bahwa “buku” itu berawalan dari huruf “b”. Anak Anda begitu? jangan khawatir, anak kami Yasmin juga begitu. Agak sulit baginya menyadari bahwa “kodok” berawalan huruf “k”. Awalnya ia menduga itu berasal dari huruf “ko”, tetapi kemudian saya komunikasikan, bahwa tidak ada huruf “ko” yang ada adalah huruf “k”. Sedangkan yang ia bilang sebagai “ko” adalah merupakan suku kata.

Saat itu saya sering bermain tebak-tebakkan. “Ayo siapa tahu, apakah yang dimulai dari huruf ‘A’?, apakah batu, rumah atau apel.” Ia lalu menebak apel. Alhamdulillah lama kelamaan ia menyadari bahwa ada kaitan bunyi huruf, dengan huruf diawal kata. Setelah mengenal bahwa simbol itu melambangkan suatu bunyi/makna, maka masuk ke metode selanjutnya.

3. Metode fonik
Ini adalah metode membaca dengan suku kata, tidak dieja seperti jaman saya belajar membaca dulu. Misalnya mengenalkan “ba”, “ca” dst. Tetapi ada juga yang sekaligus mengenalkan “ba, bi, bu, be, bo.”

Seorang ibu dari anak homeschooler, pernah menuliskan ilustrasinya mengajarkan membaca pada anaknya. Ia memakai kertas karton yang bertuliskan “__a, __i, __u, __e, __o”. Hari pertama ia selipkan semua huruf b pada kertas itu. Hingga tulisannya menjadi “ba, bi, bu, be, bo.” Hari selanjutnya diganti dengan c dan seterusnya. Dengan metode ini menurut ibu tersebut, anak jadi memahami pola “a, i, u ,e, o” tersebut. Sehingga memudahkannya untuk mengenali suku kata, dan akhirnya mudah belajar membaca.

Bagi saya, ternyata cara ini kurang cocok. Secara anak saya (Yasmin, 4th 6bln) sering lupa lagi, lupa lagi :p Saya tidak ingin ia jadi tidak PD, karena ia sering lupa pada pola-pola itu. Jadi saya hanya mengenalkan satu suku kata saja setiap hari. Misalnya hari ini ia belajar “ba”, besok belajar suku kata “ca” dan seterusnya. Alhamdulillah ini mendongkrak PDnya, ia jadi senang menuliskan suku kata yang ia tahu. Misalnya “ta di pa gi a da ma ta ha ri.” Senangnya melihat dia bangga bahwa sudah dapat menyusun suku kata menjadi makna.

4. Metode Glen Doman
Metode ini mashyur menggunakan kartu flash. Dimana anak sudah di “flash” dengan banyak kata-kata sejak bayi. Misalnya kata “kapal”, ‘mama”… dituliskan seluruh katanya. Setelah itu kita flash kepada anak/bayi dengan durasi yang sangat cepat. Saya belum pernah mencoba memakai metode ini, mungkin juga karena saya terlanjur melihat VCD dari Discovery Chanel yang mengkritik metode ini. Tetapi ada pengalaman keluarga homeschooler yang menggunakan kartu flash untuk kata berbahasa inggris, berhasil. Hmm… bagus juga menurut saya. Secara kata dalam bahasa inggris memiliki pola yang berbeda dari bahasa indonesia.

Tetapi bila flash card diperuntukkan agar anak memiliki banyak kosa kata, boleh juga. Mungkin sama fungsinya dengan buku, yang membuat anak bisa melihat dunia dari sana. Tidak salah rasanya kalau buku disebut sebagai jendela dunia.

5. Mengeja
Nah, metode ini sepertinya sudah banyak ditinggalkan. Secara mengeja ‘mungkin’ memerlukan waktu yang cukup lama, dan energi yang lebih banyak. Tapi saya pernah bertemu beberapa orang guru, yang tetap percaya bahwa mengajarkan anak membaca dengan mengeja adalah tetap cara yang terbaik mengajarkan anak membaca.

Semua metode tersebut akan lebih asyik bila didukung oleh kegiatan yang juga mengasyikkan. Berikut sedikit ide kegiatan yang berkaitan dengan membaca dan menulis untuk anak usia dini:

1. Mencoba menebak huruf, atau kata yang tertera dijalan-jalan.
2. Mencoba menebak tulisan dibungkus belanjaan atau jajanan anak-anak kita.
3. Membuat kue berbentuk huruf.
4. Bermain puzzle huruf.
5. Bermain tebak kata.
Misalnya, “coba tebak hewan apa yang berawalan huruf ‘Z’?”.
6. Melompat sambil menebak huruf-huruf dalam kata.
Misalnya bisakah kamu menyebutkan huruf-huruf yang menyusun kata ‘kapal’? anak melakukan sambil melompat, ‘k’, ‘a’, ‘p’, ‘a’, ‘l’.
7. Menuliskan kata-katanya sendiri.
Agar memudahkan anak, menurut saya perlu untuk menuliskan contoh suku kata ditempat yang bisa ia lihat. Agar, ia bisa meniru dan menuliskannya dengan benar. Misalnya kita menulis ‘a, ba, ca, da…, za’ diatas kertas kreasinya. Kemudian anak mau menulis ‘ha na’, maka ia memilih sendiri (dengan melihat contoh yang kita tulis diatas) seperti apa huruf ‘ha’ dan ‘na’ itu.
8. Menulis huruf dipasir.
9. Menuliskan nama teman-temannya.
10. Mencocokkan gambar dengan tulisan. Misalnya tulisan ‘rumah’ dicocokkan pada gambar yang sesuai
dan banyak lagi, Anda bisa menambahkan pada kolom komentar kami ^^.
11. Menggunakan software permainan yang mendukung kemampuan membaca.

Dan lain sebagainya, Anda bisa menambahkan kegiatan mengasyikkan lainnya yang Anda tahu, pada kolom komentar dibawah ini ^^

Perlu diingat! Jangan berikan tantangan yang terlalu sulit pada awal-awal berlatih. Biasanya akan membuatnya jera untuk mencoba. Tetapi berikanlah yang termudah, InsyaAllah ia akan dengan mudah mengerjakannya. Dengan demikian ia jadi percaya bahwa dirinya bisa! dan bisa menyelesaikan hal lainnya lagi yang lebih sulit. InsyaAllah Ta’ala.

Gambar diambil dari indonetwork.

Read Full Post »

Donat

Hari Ahad kemarin kami membuat donat. Awalnya karena kakak Yasmin minta dibelikan donat dengan meses warna-warni. Karena donatnya kehabisan, jadi kami berencana untuk membuat donat warna-warni sendiri.

Acara membuat donatnya seru. Abbas dan Yasmin mulai mencampur dan menguleni donat.

Abbas menimbang bahan donat yang sudah kalis.

Abbas dan Yasmin juga membuat donat ular, bunga, topi, ikan, dlsb. Ummi yang menggoreng, jadi deh donat warna-warna dan donat lain dengan bentuk rupa-rupa. Alhamdulillah.

Read Full Post »

Setelah beberapa bulan menikmati ada yang memasak dirumah, akhirnya saya kembali harus beraktivitas sendiri (alias nggak ada asisten rumah tangga :p). Tadinya sempat gentar juga mengurus rumah, mendampingi anak-anak dalam belajar, sekaligus kehamilan yang akan memasuki bulan kedelapan. Alhamdulillah, ternyata semua berjalan lancar. Abbas dan Yasmin mau membantu semampunya. Abbas terutama yang senang membantu saya memasak. Bantuan sederhana yang bernilai besar untuk saya, misalnya memetik sayur, cabai, mengupas bawang, mengaduk telur, memblender bumbu dan lain sebagainya.

Dalam menghadapi bantuan anak yang masih belajar, memang harus banyak dikedepankan sifat maklum. Namanya juga anak-anak, masih belajar pula, tentu akan butuh banyak penyesuaian. Sama seperti kita bila baru belajar mengenai suatu hal, kadang bingung dan harus berulang-ulang untuk menyesuaikan. Nah, penyesuaian ini yang sedang saya jalankan bersama anak-anak saya.

Home-Ed tidak melulu belajar mengenai sisi akademis, Home-Ed melingkupi keterlibatan seluruh keluarga dan banyak keahlian. Maka ketika saya merasa bahwa belajar memasak adalah suatu kemampuan dasar yang sebaiknya dikuasai oleh laki-laki maupun perempuan. Maka pada saat itu, saya harus mau maklum dan mendampingi anak-anak agar tak patah arang dengan keahlian satu ini. Sedang anak-anak sendiri selalu penuh antusias dan ingin tahu. Semangat anak-anak seperti ini yang sebaiknya dapat selalu saya jaga.

Bekerja sendiri mungkin bisa membuat pekerjaan jadi lebih cepat, tetapi tidak ada nilai tambah yaitu berinteraksi dan mendapingi anak. Sebaliknya bila kita mau membimbing anak-anak, InsyaAllah nantinya anak-anak akan memiliki keahlian tersebut, dan kitapun senang dibantu oleh ahli yang dibimbing langsung oleh kita sendiri ^^. Senang bukan?

Read Full Post »

Berdagang

Keterampilan berdagang mungkin bisa menjadi salah satu sumber mata pencarian dimasa depan. Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam adalah seorang pedagang, begitu juga dengan para sahabatnya. Dengan menguasai keahlian ini, siapa tahu anak-anak kita juga akan menjadi pedagang suatu saat nanti. Eksportir muslim yang paham sunnah, InsyaAllah ^^

****
Tadi siang kami melipat-lipat kertas. Saya kemudian teringat update terbaru salah satu keluarga HSer, yaitu membuat keterampilan kusudama. Subhanallah… bagus-bagus sekali kusudama buatannya. Akhirnya saya mulai search tentang kusudama, dan bertemu beberapa bentuk yang masih mudah. Tapi walaupun masih mudah, ternyata penggabungan karya itu memakan waktu lama juga. Karena anak-anak mau yang cepat, jadi saya mulai mencari tentang origami.

Alhamdulillah, dengan mengikuti satu persatu langkah di you tube, kami semua membuat origami bunga sederhana. Setelah itu, kami membuat jumping frog, yang ternyata benar-benar bisa melompat. Setelah puas melipat-lipat, kami kemudian melombakan kodok-kodok kami. Ayo, siapa yang melewati tiga ubin lebih dulu dia pemenangnya ^^

Setelah itu, Abbas mengatakan ingin menjual hasil pekerjaan kami ini. Ini sudah permintaan yang kesekian tentang jual menjual. Saya kemudian mengiyakan juga bertanya kepada siapa Abbas akan menjualnya, berapa kira-kira dia akan menjualnya. Pada mulanya Abbas menjawab “seratus….seratus ribu.” :p Wedew, barang kayak gini mau dijual seratus ribu! Saya kemudian tanya, “Kalau Abbas sendiri, mau nggak membeli kodok kertas ini harga seribu?” Abbas menjawab, “yha nggak mau lah mi” ;p. Abbas kemudian main keluar dengan membawa bunga kertas dan kodok buatan kami. Ketika pulang kerumah dia membawa uang 1.800,- rupiah. Wedew, saya kaget, ada gitu yang mau membeli kertas-kertas itu

Ini kali kedua Abbas pulang dari berjualan. Dulu Abbas pernah menjual majalah bekas ke para tetangga kami. Hehe… ini adalah jualan day HSer kami ^^

Read Full Post »

Older Posts »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 31 pengikut lainnya.