Feeds:
Pos
Komentar

Archive for the ‘Riyadhus Sholihin’ Category

Saya sedang mencari-cari buku yang pas untuk pendidikan akhlak anak-anak kami. Terutama anak tertua kami, yang sudah bisa diajak untuk berdiskusi secara sederhana. Ada banyak buku akhlak/character building, sayangnya anak kami tidak terlalu tertarik membaca tema-tema seperti itu. Kebetulan anak kami, Abbas, memang lebih suka membaca buku yang berbau ilmu pengetahuan dan misteri.

Dari kebuntuan itu, saya mulai membongkar-bongkar lagi buku-buku yang kami miliki. Lalu, mata saya tertuju pada buku Syarah (penjelasan) Riyadhus sholihin, karya Imam An nawawi, pensyarahnya Syaikh Salim bin ‘Ied Al-Hilali. Kenapa saya tidak mencoba mengkajinya dari kitab ini saja, pikir saya. Dibuku ini ada banyak hadits mengenai akhlak mulia dari Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam yang diceritakan.

gambar dari zamzamacademy

diambil dari zamzamacademy

Bismillah, dan mulailah saya menceritakan bab pertama dari kitab ini. Bab pertama adalah mengenai masalah ikhlas. Pembahasannya memang tidak langsung berhubungan dengan akhlak pada manusia. Tetapi bab ini adalah bab yang paling penting menurut saya. Karena disini ditekankan adab kepada Allah dan Rasul-Nya.

Tentu saja saya tidak membacakan semua haditsnya (banyak sekali je ^^), tetapi hanya memilih satu atau lebih dari topik yang terkait. Saya memilih hadits nomor 1, dari bab ikhlas dan menghadirkan niat ini.

Bab 1: ikhlas dan menghadirkan niat dalam semua perbuatan dan ucapan; baik yang terang-terangan maupun yang sembunyi-sembunyi.
Dari Amirul mukminin Abu Hafsh ‘Umar bin Al-Khaththab bin Nufail bin ‘Abdil ‘Uzza bin Riyah bin ‘Abdillah bin Qurth bin Razah bin ‘Adiy bin Ka’ab bin Lu-ay bin Ghalib al-Qurasyiyyi al-‘Adawi -radhiyallahu anh-, ia berkata, aku pernah mendengar rasulullah -shallallahu ‘alayhi wa sallam- bersabda: “Amal perbuatan itu tergantung pada niatnya dan seseorang akan memperoleh (balasan) sesuai dengan apa yang diniatkannya. Barangsiapa yang hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya itu kepada Allah dan Rasul-Nya. Dan barangsiapa yang hijrahnya untuk kesenangan dunia yang didapatnya, atau karena wanita yang akan dinikahinya, maka hijrahnya itu hanya kepada apa yang diniatkan.” (HR. Bukhori dan Muslim)

Sengaja nama perawi hadits diatas yaitu Umar bin khaththab saya sebutkan seluruhnya. Tujuannya agar anak tahu pentingnya nasab dalam Islam. Jadi family tree itu penting deh, juga ada kaitannya dengan pelajaran mengenai hubungan kekerabatan. Ternyata Abbasnya juga tertarik, kalau ayahnya Umar bernama Nufail, dan kakeknya bernama ‘Abdil ‘Uzza, dan seterusnya.

Dari hadits ini kami kemudian berdiskusi,
1. Apa yang dimaksud dengan ikhlas?
2. Jika kita sholat, kita berniat karena siapa?
3. Menurutmu apakah baik jika kita sholat tidak dengan niat karena Allah? Mengapa?
4. Selain berniat karena Allah, apa lagi menurutmu syarat agar amal ibadah kita diterima Allah?

Perlu bagi kita, orangtua, untuk mendengarkan jawaban-jawaban anak. Agar kita bisa menyelami pemahaman anak mengenai sesuatu. Maka saya ajak anak kami untuk ngobrol berlama-lama. Setelah ngobrol sana-sini, begini deh ringkasan jawaban kami.

1. Ikhlas berarti suatu perbuatan yang dimaksudkan untuk mencari keridhaan Allah Azza wa Jalla, bukan yang lainnya.
2. Allah
3. Tidak, karena hanya dengan niat karena Allah maka amal ibadah kita diterima Allah.
4. Mengikuti contoh Rosulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam.

Ringkasan pengertian hadits
1. Niat karena Allah merupakan keharusan suatu perbuatan baik.
2. Niat tempatnya dihati, tidak perlu diucapkan.
3. Amal shalih harus disertai dengan niat yang baik.
4. Ikhlas karena Allah merupakan syarat diterimanya amal perbuatan. Sebab, Allah Azza wa Jalla tidak akan menerima amal perbuatan kecuali yang paling tulus dan benar. Yang paling tulus adalah amal yang dilakukan karena Allah, dan yang paling benar adalah yang sesuai denga sunnah Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam yang shohih.

Begitu sekilas belajar akhlaq kami yang pertama. Saya berkeinginan membuatkan ini menjadi ebook kecil sederhana, tapi belum terlaksana juga nih ^^ Doakan kami yha….

Rujukan: Syarah Riyadhus Sholihin jilid 1, Syaikh Salim bin Ied Al-Hilali. Pustaka Imam Asy-Syafi’i.

Read Full Post »