Feeds:
Pos
Komentar

Archive for the ‘Bahasa Arab’ Category

Situs belajar bahasa arab ini cantik sekali. Ada ibooknya, ada gamesnya ada quisnya pula lagi. Saya dapatkan ini dari Ummu Sumayyah, semoga Allah membalasanya dengan kebaikan, aamiin, ^^

Ibooknya bercerita tentang Umar wa Maryam (Umar dan Maryam). Di ibook pertamanya ada juga “qittoh” yang artinya kucing betina. Ada kata tunjuk untuk laki-laki dan perempuan. Karena didukung gambar, jadi mudah dimengerti anak-anak. Kalau ada cerita seperti ini, bertingkat juga bacaannya, saya mau deh langganan ^^ Seperti di Reading a-z gitu lho… Mudah-mudahan ada yang baca ini dan mau merealisasikan bikin situs belajar bahasa arab yang cocok untuk anak ^^

Umar wa Maryam, klik digambar ^^

Read Full Post »

Informasi dari Mbak Wiet, tentang link belajar bahasa arab. Saya simpan di blog agar tidak tercecer, dan mudah-mudahan menjadi info bagi yang lain.

Link:

studiarabic
toolstolearnarabic
madinaharabic

Cerita untuk anak-anak:
bookstolearnarabic
arabic-talking-story-books


 

 

Read Full Post »

Aduh seperti dapat harta karun, saya mendapatkan link ini dari sebuah milis materi-materi berbahasa arab.

Arabic words and pictures with audio, bergambar dan bersuara. Seep khan?! ^^

Read Full Post »

Setelah beberapa hari upload bahasa arab dasar kelas 1 -hadza. Alhamdulillah ebook tersebut sudah didonlot sebanyak 50 kali lebih, tepatnya sih 53 kali ^^. Walaupun saya lebih senang bila ada umpan balik dari pengguna dengan berkomentar. Tetapi saya sudah cukup senang jika ebook ini dapat bermanfaat bagi kaum muslimin.

***

Kali ini Abbas telah menyelesaikan pelajaran dua dari buku bahasa arabnya. Temanya kali ini tentang hadzihi (ini), untuk kata tunjuk untuk benda-benda yang muannats (perempuan). Pada ebook kali ini, selain buku tentang kosa kata ada juga poster, worksheet menulis, menempel, mencocokkan dan mengartikan kedalam bahasa arab atau bahasa indonesia.

Saya tidak terlalu khawatir dengan tulisan Abbas yang tidak rapi. Khan masih kecil, saya yang sudah besar tulisan arabnya juga belum rapi ^^. Abbas baru sekarang-sekarang ini menulis huruf arab (panjang lagi), padahal sebelumnya belum pernah menulis dalam huruf arab. Banyak juga teman-teman Abbas yang sudah kelas 2 tulisannya seperti Abbas. Mungkin hanya anak-anak ustadz yang sudah terbiasa menulis huruf arab.

Saya kemudian mengakalinya dengan latihan menulis dibuku “Pintar Menulis Arab” karya Fajriyah Na’im S.S. Buku ini ada 5 jilid, dan Abbas baru selesai satu jilid. Itu juga menulis dengan disertai permainan. Hehe… Alhamdulillah Abbas sekarang kembali belajar dirumah, jadi saya dan Abbas memiliki banyak waktu mengatur bahan ajar dan jam belajarnya. Jika menulis kalimat berbahasa arab belum rapi, saya bisa mundur untuk menulis huruf hijaiyah saja dulu.

Berikut pelajaran kedua hadzihi
ebook 2 hadzihi
Poster
hadzihi worksheet 1
hadzihi worksheet 2
hadzihi worksheet 3
hadzihi worksheet 4
hadzihi worksheet 5

Read Full Post »

Sebelum saya lupa, ada dua link belajar bahasa yang direkomendasikan oleh keluarga Homeschooler. Link pertama livemocha saya dapatkan dari mbak Wiwiet, dan link kedua powerspeak saya dapatkan dari mbak Ratu Vanda, seorang ibu muslimah yang tinggal di Amerika Serikat.

Saya sudah mencoba livemocha untuk belajar bahasa arab, tetapi saya kurang cocok dengan beberapa gambar yang disajikan. Link ini tersedia gratis untuk penggunanya, jadi saya tetap mencobanya ^^. Menurut Mbak Devi (salah satu ibu keluarga HSer), bagusnya livemocha setelah belajar, ada test-nya, pilihan ganda, menulis dan lisan. Yang keren adalah tes menulis dan lisan kita bisa dinilai oleh para native speaker member yang di livemocha ini, kita akan dapat message dari mereka. Kita juga bisa gantian jadi guru untuk bahasa lain, dan nanti akan mendapat poin guru. Tetapi livemocha mengharuskan kita untuk online ketika menggunakannya.

Sedang untuk powerspeak saya belum mencobanya. Bahasa yang disediakan adalah bahasa Spayol, Perancis, Jerman, latin dan China.

Read Full Post »

Alhamdulillah Abbas sudah menyelesaikan ebook seperti yang saya ceritakan dalam posting link belajar bahasa. Saya membuatnya sesuai dengan buku kelas 1 yang dipakai di Islamic Center Bin Baz. Pelajaran pertama membahas tentang hadza, yang terdiri dari satu ebook, dan empat worksheet. Sengaja tulisan saya buat agak besar, karena pelajaran ini memang diperuntukkan untuk anak-anak. Tekhnik dan cara pengajaran disesuaikan dengan masing-masing keluarga. Bila ada worksheet yang belum mampu untuk dikerjakan anak, tinggalkan saja dan coba lain waktu dengan tekhnik yang berbeda.

Download:
ebook hadza grade 1
Worksheet hadza 1
Worksheet hadza 2
Worksheet hadza 3
Worksheet hadza 4

Untuk ebook saya memotong dua kertas dan membuatnya seperti membuat sebuah buku.

Karena worksheet diatas memang (tadinya) diperuntukkan untuk anak-anak kami, maka kami sesuaikan dengan kondisi keluarga kami. Jika Anda merasa terbantu dengan worksheet ini, maukah kiranya Anda mendoakan kebaikan bagi keluarga kami.

InsyaAllah pelajaran yang akan datang yaitu hadzihi akan disertai poster, untuk membantu anak mengingat kosa kata.

Read Full Post »

Belajar bahasa asing sudah menjadi tuntutan di abad ini. Ada orangtua yang sibuk mempersiapkan anak-anak mereka belajar banyak bahasa didunia. Ada yang sudah merasa memiliki perencanaan bahkan sampai si anak bekerja nantinya. Ada juga yang mengatakan, “untuk kedepannya Cina-lah yang akan menguasai pasar dunia. Maka bahasa mandarin lebih menjanjikan.” MasyaAllah… saya sampai keder sendiri melihatnya. Mungkin karena pemikiran sederhana saya akan penguasaan suatu bahasa tidak sampai sedemikian canggihnya.

Bahasa menurut saya adalah alat berkomunikasi dan juga sebagai gerbang ilmu. Dengan menguasai suatu bahasa, otomatis kita dapat berkomunikasi dan masuk lebih dalam ke literatur-literatur yang dimiliki negara tersebut. Belum penting bagi kami apakah untuk kedepannya Cina akan menguasai pasar, atau malah Jepang menggempur dengan efisiensi tekhnologi canggihnya, semua itu hanya perkiraan bukan merupakan kepastian. Sedang yang pasti akan datang adalah manusia akan meninggal/ruh dicabut dari badan. Apakah disaat itu akan penting lagi tentang Cina mengusai pasar? atau Jepang yang bisa menyalip dengan tekhnologi terbaru yang ternyata lebih efisien? Tentu tidak akan penting lagi. Nanti manusia akan ditanya tentang Allah, Rasul-Nya dan agamanya, bukan tentang negara apa yang paling berpengaruh semasa hidup kita. Tentu saja tulisan ini tidak memaksudkan bahwa belajar bahasa asing itu tidak perlu. Tentu saja perlu, selama kita kaum muslimin mempunyai tujuan yang baik dengan sarana ilmu tersebut.

Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam bersabda:
Apabila manusia meninggal dunia, maka terputuslah amalnya kecuali tiga hal; (1) sedekah jariyah, (2) ilmu yang bermanfaat. dan (3) anak sholih yang mendo’akannya.” (HR. Muslim no. 1631)

Bagi kaum muslimin, penting untuk mementingkan belajar bahasa arab dibanding bahasa lainnya. Sebab lewat bahasa arab, Al Qur’an diturunkan, lewat bahasa arab juga para ulama dan orang ‘alim ditinggikan, dan bahasa arab juga yang akan dipakai para penghuni surga. Abbas pernah bertanya pada saya, “Mi, disurga nanti pakai bahasa arab yha?” Saya menjawab, “Iya sayang.” Abbas terdiam lama… ternyata setelah saya selidiki dia khawatir tidak masuk surga, karena tidak bisa berbahasa arab. MasyaAllah betapa indah jiwa seorang anak.

Seperti juga keluarga kaum muslimin kebanyakan, saya juga memiliki kendala akan minimnya kemampuan saya dalam berbahasa arab. Masalahnya begitu juga dengan sarana prasarana, lembaga kursus untuk anak (apalagi yang ramah anak), padahal negara kita konon memiliki penduduk dengan jumlah muslim terbesar. Tetapi mencari lembaga kursus bahasa arab untuk anak ternyata juga tidak mudah. Ada beberapa hal yang saya coba akali beberapa waktu yang lalu, yaitu dengan membuat sendiri ebook bahasa arab yang membantu anak saya sedikit mengenal bahasa arab. Untuk kedepannya, kami mungkin akan membutuhkan bantuan orang lain dalam mengajarkan bahasa arab ke anak-anak kami.

Yang terpenting sebaiknya sebagai orangtua kita lebih mengkhawatirkan tanggungjawab pendidikan agama dan akhlaq anak-anak. Bukan berarti kita melupakan minatnya pada hal-hal lain, seperti pada sains, tekhnologi, atau lainnya. Bukan, tugas orangtua juga (menurut saya) untuk mengenalkannya dengan berbagai minat dan ilmu itu. Tetapi maksud saya, lebih kepada penekanan pada tanggungjawab utama kita sebagai orangtua dan makhluk ciptaan Allah. Berikut beberapa link bahasa arab dan inggris yang saya tahu, semoga bisa menjadi sedikit sumber belajar bagi yang lainnya.

Beberapa link belajar bahasa arab
Untuk link belajar bahasa arab Anda bisa mencobanya dari situs dibawah ini:
raudhatulmuhibbin
radio rodja
madinah arabic , untuk menikmati pengucapan asli dari native speaker.
Arabic Curriculum
rosettastone (berbayar)
Untuk rosettastone mungkin suatu saat akan kami gunakan, berhubung tempat kursus bahasa arab untuk anak belum saya temukan di Jakarta.

Link belajar bahasa Inggris:
starfall
progressivephonics
kindergarten or first grade students
internet4classrooms

readinga-z (berbayar)

Bahasa Asing

Ada beberapa keluarga muslim yang menutup diri mempelajari bahasa asing selain bahasa arab. Semangat ini disebabkan karena perkataan sahabat Umar bin khattab radhiyallahu `anhu mengenai bahasa asing. Hal itu adalah sah-sah saja, apalagi belajar bahasa itu adalah hukumnya mubah. Bisa menjadi haram jika dengan tujuan buruk, bisa mendatangkan pahala bila bertujuan baik yang di ridhoi Allah. Mudah-mudahan tulisan seorang akhwat yang mengutip fatwa syaikh utsaimin ini, bisa menjadi rujukan dalam menguasai bahasa asing.

(?) Syekh `Utsaimin rahimahullah ditanya:
Apakah pendapat Anda jika seorang penuntut ilmu mempelajari bahasa Inggris, terlebih lagi jika dia mempelajarinya untuk berdakwah di jalan Allah?

(+) Syekh `Utsaimin menjawab:
Menurut saya, tidak diragukan lagi bahwa mempelajari bahasa Inggris merupakan salah satu sarana, dan sarana tersebut akan menjadi sarana yang baik jika memiliki tujuan yang baik, dan akan menjadi sarana yang membinasakan jika tujuannya buruk. Akan tetapi, yang perlu dihindari adalah menjadikan bahasa Inggris sebagai pengganti bahasa Arab, karena sesungguhnya menggantikan kedudukan bahasa Arab yang merupakan bahasa al-Quran dan juga bahasa yang paling mulia dengan bahasa Inggris adalah sebuah keharaman. Telah diriwayatkan dari salah seorang salaf (yaitu `Umar bin Khaththab radhiyallahu `anhu -ed) tentang larangan bercakap-cakap menggunakan bahasa orang kafir. Adapun jika digunakan sebagai sarana dakwah, maka tidak diragukan lagi bahwa terkadang hal tersebut menjadi wajib. Saya pun terkadang berangan-angan seandainya saya mempelajari bahasa Inggris dan pada sebagian waktu aku sangat butuh untuk menggunakan bahasa Inggris, sampai-sampai penerjemah tidak dapat mengungkapkan maksud hati saya secara sempurna. (Kitabul `Ilmi, hlm.116)

Syaikh utsaimin sendiri berangan-angan agar bisa menguasai bahasa asing. Beliau mengatakan, “sampai-sampai penerjemah tidak dapat mengungkapkan maksud hati saya secara sempurna”. Begitulah bias suatu bahasa yang diterjemahkan.

Read Full Post »

Older Posts »