Feeds:
Pos
Komentar

Archive for the ‘Jalan-jalan’ Category

Walaupun kami sekolah dirumah (homeschooling), bukan berarti kami terus menerus belajar dirumah ;p Seperti kali kemarin kami jalan-jalan ke kids fun. Disana, salah satu arena yang kami nikmati adalah flying fox. Abbas ternyata suka sekali dengan flying fox, sampai-sampai Abbas minta-minta lagi. Sedangkan Yasmin mengatakan, “Tadi yasmin tutup mata mi, biar nggak serem.” hehehe….

Secara baru dapat link photo editing baru dari Mom Eka, langsung deh dipraktekkin. Begini hasilnya… ^^

Yasmin

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Abbas

Read Full Post »

Hari sabtu (25/6) kemarin saya ikut pergi mengantar Abbas kursus bahasa Inggris di ELTI. Setiap hari Sabtu Abbas ikut salah satu lembaga kursus bahasa inggris di kota ini, kebetulan saat ini Abbas ada di grade 3. Saya yang berniat mau beli buku jadi ikutan nebeng ayah abbas ke kota (jiaaah kota ;p).

Nggak usah dibahas sepertinya niat beli satu buku, ternyata bawa pulang dua kantong plastik buku ;p Alhamdulillah ayah abbas dengan sabar membayar hobi belanja buku istrinya ini ^^ Tiba waktu makan siang, ayah abbas sms dari ELTI (saya masih asyik di Gramedia), “Mi kita makan di festival kuliner yha,” begitu smsnya. Saya yang tidak tahu dimana itu festival kuliner, mengiyakan saja dalam hati. Nggak bisa balas, masa berlaku pulsa habis ^^

========================

Rupanya tempat yang dikatakan ayah abbas gabungan dua restoran, makanan steak dan tradisional. Disana ada tempat bermain dan mandi bolanya. Alhamdulillah nyaman sekali, walau udara diluar panas. Hana juga nampak senang, terus saja senyum-senyum.

Abbas dan Yasmin langsung saja berbaur dengan anak-anak sebaya. Tidak berapa lama Abbas sudah sibuk bermain lempar dan tangkap. Lempar dan tangkap ini berubah jadi perang bola, hehe… semua tertawa dan senang. Tapi… tidak berapa lama ada insiden. Ketika saling lempar bola, ada satu anak yang rupanya tidak senang bila ia terkena bola. Padahal saya perhatikan ia termasuk yang aktif melempari anak-anak yang lain dengan bola. Ketika bola Abbas mengenainya, ia marah dan mengejar Abbas lalu memukulkan bola tersebut kebagian wajah Abbas.

Ayah Abbas langsung menghampiri dan bertanya, “Sakit Bas?”. Abbas menggeleng, tapi saya merasakan itu pasti sakit, sebab dilempar dari jarak yang dekat. Ayah abbas melanjutkan, “Kalau Abbas tidak suka, bilang pada teman Abbas, kalau Abbas tidak suka bermain dengan anak yang kasar.” Rupanya anak tersebut langsung terlihat malu mendengar ucapan ayah abbas. Ia sibuk mau membela diri, bahwa ia yang kena duluan :p eleuh… padahal saya melihat kearah anak-anak bermain terus. Bahwa fakta yang terjadi tidak demikian, tapi nggak mungkin khan saya berdebat dengan anak-anak. Pliss deh! Orangtua anak tsb juga saya tidak tahu yang mana, tidak kelihatan sampai akhir permainan.

Tidak disangka, malah Abbas yang mengatakan. “Kita salaman yuk.” Anak itu terlihat kaget dengan uluran tangan Abbas. Tetapi kemudian langsung ikut mengulurkan tangannya. “Sekarang kita main lagi,” begitu lanjut Abbas.

MasyaAllah, saya yang menyaksikan ikut terbengong-bengong. Anak-anak memang mudah memaafkan, kadang saya yang sudah merasa dewasa harus banyak belajar pada jiwa anak-anak.

Gambar diambil dari lintaskata.

Read Full Post »

Ronda

Abbas: Yah itu apa?
Ayah: Itu namanya pos ronda.
Abbas: Buat apa yah?
Ayah: Buat orang ronda.
Abbas: Ayah pernah ronda?
Ayah: Pernah, jadi kalau ronda kita keliling kampung Bas.
Abbas: Kenapa keliling kampung?
Ayah: Untuk menjaga kampung.
Abbas: Ooo… Abbas tahu. Supaya nggak masuk pemulung yha?
Ayah: Lho kok begitu?
Abbas: Iya, Abbas baca tulisannya “pemulung dilarang masuk!”

Ummi: hahahaha….

Read Full Post »

rumah dome

Kemarin kami pergi ke rumah dome di New Ngelepen, tepatnya di dusun Sengir, desa Sumberharjo, Sleman, DIY. Rumah dome lebih dikenal sebagai rumah Teletubbies, karena kemiripannya dengan bangunan rumah serial kartun TV tersebut. Awalnya karena baru 3 bulan kami menempati rumah di Bantul ini, sudah dua kali kami mengalami gempa. Akhirnya berkunjung deh kami ke rumah dome, sebagai salah satu “monumen kenangan” gempa Jogja, 27 Mei 2006.

Menurut cerita pada tanggal 27 Mei 2006 tersebut, seluruh rumah di desa tersebut hancur, bahkan tiga rumah sampai masuk kedalam tanah karena saking dahsyatnya gempat tersebut. Saya juga lantas teringat dengan samping kiri dan kanan rumah kami, puing bekas gempa tersebut masih ada. Ada rumah yang baru selesai dibangun, bahkan hancur seluruhnya. Belum lagi bila mendengar kisah sedih yang menyertai gempa tersebut, masyaAllah bergetar hati ini. Ada seorang tetangga kami menuturkan kisah yang mengiringi gempa tersebut. Sehari setelah terjadi gempa ia melahirkan anak keduanya, seminggu kemudian suaminya meninggal dunia dirumah sakit akibat kejatuhan puing bangunan. Subhanallah… betapa banyak nikmat yang Allah berikan kepada kita, terkadang rasa syukur itu baru terucap ketika ada yang menuturkan kisah hidupnya yang dapat dijadikan pelajaran bagi kita.

Kembali ke rumah dome, menurut cerita rumah ini adalah model rumah yang paling aman untuk meredam gempa dan angin topan. Kok bisa begitu? Anda bisa membaca rahasia kenapa rumah tersebut tahan gempa disini. Rumah tersebut berbentuk bulat-bulat seperti igloo. Ada musholla, TK dan juga balai pengobatan, semuanya berbentuk bulat-bulat. Kami sempat juga menikmati hidangan kecil yang disajikan oleh masyarakat sekitar. Rupanya penduduk ditempat ini sudah terbiasa dengan kedatangan turis lokal atau internasional ^^

Alhamdulillah setelah ini kami melanjutkan perjalanan ke bukit, untuk menikmati panorama yogya di atas bukit. Bersambung deh ceritanya ;p Berhubung kemarin nggak bawa kamera, jadi untuk melengkapi cerita gambar saya ambil dari sini.

Read Full Post »

Asyiknya tinggal di daerah pedesaan, kami bisa sesering mungkin mengunjungi sawah dan hewan ternak. Salah satunya adalah kunjungan kami ke lokasi peternak sapi yang tidak jauh dari rumah kami tinggal. Tidak kurang dari 50 ekor sapi berjajar dalam komplek hewan ternak sapi itu.

Saya bertanya kepada Abbas mengenai manfaat sapi bagi kehidupan manusia. Abbas menjawabnya mulai dari manfaat dagingnya yang untuk makanan, susu yang bisa diminum dan kulit sapi yang bisa dipakai untuk hiasan. Tidak lupa ia menambahkan kalau ia minum susu sapi yang sudah dikotakkan (UHT).

Giliran Abbas yang bertanya kepada adiknya,
Abbas: “De, sapi makannya apa ayo.”
Yasmin: “Makan rumput.”
Tidak puas kalau Yasmin bisa menjawab, Abbas bertanya lagi, “Kalau hewan yang makan rumput disebut apa?”
Yasmin: “Disebut makan rumput.” hehe….
Abbas: Abbas dengan gaya sok tau khas anak-anak mengatakan, “namanya herbivora de.”
Yasmin santai saja dengan gaya sok tau abangnya, malah dia mengatakan, “Ooo… herbivora yha Bas,” lucunya ^^

Kami juga memperhatikan pemberian makanan yang dicampur dengan vitamin (katanya peternak disana), untuk kesehatan hewan ternak. Alhamdulillah selesai field trip kami kali ini, tapi besok-besok kesini lagi ah….

Read Full Post »