Feeds:
Pos
Komentar

Archive for the ‘Kurikulum’ Category

Jika ditanya mengenai kegiatan putri preschool kami, saya suka sedikit bingung ;p Entah kenapa rasanya tidak terlalu istimewa untuk diceritakan… Tapi saya mencoba untuk sedikit share, kepada teman-teman yang baru mempunyai anak usia prescool ^^

Berikut sedikit kegiatan putri kami sehari-hari.
1. Iqro (belajar membaca Al Qur’an)
Kami pakai buku Iqro yang biasa dipakai di TPA. Itu lho buku yang berwarna hitam dengan gambar dan tulisan Iqro ;p Yasmin baru mau iqro jilid 2. Kebetulan saya memang tidak sedang terburu-buru , jd jika ada yang lupa atau ucapannya yg kurang pas, saya ulang dan tunggu sampai setidaknya mendekati pas ^^ seminggu sekali ia ikut TPA anak-anak dikampung kami. Belajarnyapun ringan, sehari satu lembar saja, dan sebentar saja. Untuk vriasi kegiatannya yang kami buat banyak. Ada permainan dengan menggunakan huruf hijaiyyah, menulis huruf hijaiyyah, dlb. Ada juga link senandung tentang huruf hijaiyyah

2. Membaca
Kami pakai buku “Anak Islam Suka Membaca”, bukunya ada 5 jilid. Bukunya sederhana, tapi saya rekomendasikan untuk ibu-ibu yang sibuk (baca: nggak mau capek, seperti saya ;p). Setiap hari anak hanya belajar satu suku kata atau lebih jika anak mau. Kata-kata yang dipilih penulisnya-pun adalah kata-kata islami yang baik. Yasmin juga baru masuk buku ini jilid dua. Untuk kegiatan dengan tema membaca Anda bisa merujuk pada artikel kami belajar membaca

3. Belajar berhitung
Alhamdulillah saya tidak menyangka sih kalau Yasmin sudah bisa berhitung sampai 100 ;p hehehe… lebay.com. Padahal dulu kalau berhitung sering tidak pas menunjukkan jumlahnya. MasyaAllah, eh sekarang malah bisa berhitung sampai 100 juga penambahan sampai 15 (dengan dibantu garis angka). Alhamdulillah…

Alat bantu saya poster angka 1-100 dan buku “Fun to Learn with Math Workbook” (Dwi Bahasa). Buku ini tidak terasa sudah dikerjakan Yasmin sampai halaman 123. Sebelum bertemu buku ini, putri saya tsb menggunakan MEP. Tapi pas ketemu buku ini… dia jd cocok dan asyik dengan lembar-lembar kerjanya. Alhamdulillah ^^ pendampinganpun jd lebih mudah.

4. Menggambar
Dalam hal menggambar, dirumah kami hampir setiap hari ada pelajaran ini ;p Mereka senang menggambar. Yasmin lebih pandai memilih warna dari pada abangnya (menurut saya). Abbas lebih suka warna hitam dan merah saja, sedang yasmin lebih bervariasi.

Kebetulan ayah abbas sering mendonlot cara menggambar dari youtube, kalau sudah begitu Yasmin akan senang hati mengikuti step-stepnya. Asyik lho, adanya tekhnologi membuat kami tidak perlu membayar kelas menggambar ^^ belajar menggambar juga mengasah keterampilan menulis.

Rasanya keempat hal itu merupakan hal utama yang diajarkan kepada anak-anak usia preschool. Sedang kegiatan lainnya adalah menemani abangnya hafalan, prakarya, masak bersama saya, membereskan rumah (Yasmin sudah bisa menyapu lantai ^^), online game dan terakhir dia juga ingin punya blog seperti abangnya ^^

Iklan

Read Full Post »

Abbas baru beberapa waktu lalu ikut kelas math CIMT, baru sampai halaman 100 sih. Angka yang digunakan juga masih kecil, masih berkisar antara 1-10. Tapi soalnya sudah bervariasi, sangat bervariasi malah menurut saya. Pada beberapa soal kadang saya harus baca berkali-kali untuk mengerti maksudnya. Ada lesson plannya, tp seringnya Abbas mengerjakan worksheetnya saja. Bahasa yang digunakan adalah Bahasa Inggris, saya baca kalimatnya dalam bahasa inggris, lalu saya artikan lagi. Kadang karena seringnya perintah serupa, Abbas tidak perlu diartikan lagi. Ah, tapi itu jarang terjadi kok.

Apa sih MEP itu? itu lho Mathematics Enhancement Programme. Kurikulum matematika yang dibuat oleh CIMT (Centre for Innovation in Mathematics Teaching). Asyik, karena semua bisa di download gratis. Asyik khan ^^ hari gini nyari yang gratis gitu lho. O, yha kurikulum tersedia mulai dari grade 1-6 lho. Memang yang dipelajari apa aja? Apa yha, saya baru sampai grade 1 sih. Coba aja lihat sendiri di daftar isi yang dipelajari sampai grade 6.

Saya juga mau mulai gabung di MEP homeschooler’s yahoogroups. Kenapa nggak gabung dari kemarin-kemarin? yha males juga, coz bahasa inggris saya khan pas-pasan. Ih berasa masih HS ;p yha siapa tahu balik ke Jakarta nanti HS lagi. Secara sekolah sekarang mahal-mahal, udah mahal nggak ada garansi lagi. Misalnya kayak barang elektronik, dibeli mahal juga seneng. Ada garansinya, kalau rusak. Sedang sekolah sekarang, sudah mahal, kemungkinan anak terkena pengaruh negatif, nggak ada yang kasih garansi. Lho memang mau garansinya apa? Yha garansi bisa mencapai semua yang digariskan sekolah dunk. Misalnya, jadi anak sholeh, sayang sama orang tua, jujur, baik, suka menabung, pinter dlsb. Kalau kejadian sebaliknya, garansi uang kembali lah. Sekolah sekarang ada yang sampai 100jt pertahun, nggak tahunya yang dipelajari malah pergaulan bebas. Khan nggak sesuai dengan yang ditawarkan waktu open house. Masak sekolah lahan bisnis yang makmur, sampai orang miskin dilarang sekolah. Eh, bukan dilarang deh, nggak bisa sekolah. Ada yang meninggal di sekolah, itu lho ospek dan tawuran. Istigfar deh… upss, Abbas juga mau sekolah ^^

Memangnya MEP bagus? yha tergantung kali, tergantung dari orangtua dan anak yang menjalankan. Kalau lihat film bagaimana MEP dijalankan di Hungaria sih bagus banget. Tapi sekali lagi, itu khan di Hungaria, nggak semua yang cocok sama orang lain cocok juga sama kita. Apalagi kita yang orang Indonesia khan senengnya yang keren-keren dan berbau barat tuh. Walau nggak cocok, kadang tetep juga dipaksakan.

Susahnya MEP sepertinya diperuntukkan untuk kelas besar, tapi banyak juga tuh keluarga home-ed yang lancar-lancar aja pakai MEP sampai sekarang. Malah ada yang udah ikut ujiannya. Aduh, Abbas kapan yha ujiannya. Ah, nggak penting. Sebenarnya nggak diuji saya juga tahu Abbas bisa apa tidak. Khan ngerjainnya sama saya, bukan disekolah. Kalau disekolah ada kemungkinan bisa menyalin jawaban teman. Kalau dirumah, nyalin jawaban siapa donk? Sebentar saya mikir dulu…

Pertama-tama menggunakan MEP Abbas masih mengikuti semua lesson plannya. Lama-lama malah ngerjain worksheetnya aja. Udah beli biji-biji sampai 300an lagi. Eh, nggak kepake. Malah bijinya pernah masuk ke lubang hidungnya Yasmin. Buru-buru deh kita bawa ke UGD di RS. Sardjito, Rp. 50rb melayang. Alhamdulillah bijinya bisa keluar, biji-bijinya cuma 20rban sih. Ditambah bayar UGD 50rb, seharusnya kalau di poli RS Sardjito cuma sekitar Rp. 30rb-an. Di Jakarta masih ada nggak sih rumah sakit Rp. 30rb? Hari gini gitu lho. Kalau nggak punya uang memang dilarang sakit. Btw, pajak dinegara ini untuk apa sih?

Kenapa biji-bijinya nggak dipakai? Habis Abbasnya cepat bosan. Mungkin pikirnya aduh angkanya kecil-kecil gini, pake beginian segala. Sampai 300an lagi, *pengen ketawa kenceng-kenceng deh jadinya* untung Ayahnya abbas, baik. Nggak pernah mengeluhkan soal biji-biji itu. Yha namanya juga usaha yha Bang *ngedip-ngedip*

Pas ngerjain worksheetnya aja tanpa ikut lesson plannya, lumayan lancar sih. Walau sehari cuma selembar. Kadang ditambah ilustrasi ala Ummu abbas kalau dia lagi bingung. Misalnya soal yang kemarin: On a plate there were some sweets: 1 chocholate, 2 mints and 2 tofees. Peter has eaten one sweet more than Julia. How many sweets has Julie eaten if there is nothing left on the plate?
komentar yang keluar pertama kali dari mulut Abbas, “Juli itu apa?”, dipikirnya juli nama bulan. Aduh bukan dunk Bas, itu khan judul buku jualannya ummi. Hehe… numpang promosi ^^. Jadi pakai ilustrasi brick. Habis ngerjainnya juga sambil nonton DVD. Lagi gemar sama film “Walking with Dinosaurs” produksi BBC. Sampai 3 seri je… ck…ck..ck. Walau Panji tetap film favoritnya.

Kalau mau print poster, number line dlsbnya itu boleh juga. Coba lihat aja disini. Saya juga print sih, terus dilaminating. Tapi kayaknya kepakenya nanti, buat Yasmin kali yha. Sama Abbas nggak kepake, males dia pake gitu-gituan segala. Yha sebenarnya nggak rela untuk bilang umminya kurang kreatif.

Kalau mau beli buku latihannya boleh juga. Tapi, yang ini juga udah cukup. Apalagi kalau anak yang di ajarin cuma satu. Kebanyakan nanti bosen. Tapi kalau maksa, yha sudah nih order formnya. Kalau udah beli ternyata bagus, kasih tahu yha.

Udah ah, sampai disini dulu sharingnya. Lagian ente cuma bisa baca doank, kasih komen kek gitu. Walau sering lihat jumlah pengunjung blog yang emang agak banyak, gaya pisan ;p Tapi jarang dapat komen. Kepengen juga tahu apakah postingannya bermanfaat. Kalau nggak bermanfaat khan pegel-pegelin aja nulisnya. Meningan juga main sepeda dilapangan gitu. “Tidaklah seseorang bersyukur kepada Allah, seseorang yang tidak berterima kasih kepada manusia (atas kebaikan mereka)” (Shahih Sunan Abi Dawud no. 4811). Tuh, Ummu Abbas dengerin yha!!

Saya juga berterima kasih kepada Mom Devi dan teman-teman homeschooler lain, yang telah memberikan kepada saya informasi mengenai MEP ini.

Btw, ada kurikulum math lainnya. CSMP, saya pernah pakai. Tapi kalau masalah soal yang bervariasi masih top-an MEP. Cuma CSMP ada warnanya dikit, walau cuma merah sama biru sih.

Dibawah ada sedikit gambar, cerita tentang MEP.

Nggak canggih banget yha? ;p

Read Full Post »