Feeds:
Pos
Komentar

Archive for the ‘Sains’ Category

Ada beberapa percobaan-percobaan kecil yang kami lakukan untuk membuktikan kebenaran sebuah teori, percobaannya masih sangat sederhana, tapi menarik bagi anak-anak kami.

Misalnya beberapa waktu yang lalu kami melakukan percobaan mengenai energi bunyi. Untuk membuktikan bahwa bunyi berasal dari getaran, kami memegang batang tenggorokkan kami yang bergetar-getar ketika berbicara, kami menggunakan karet gelang dan bergaya seakan-akan memetiknya (tentu saja bunyinya fales :p), gendang dan pemukul. Saya baru ‘ngeh’ tentang bunyi yang merambat melalui percobaan sederhana ini. Dulu saya mikirnya seperti gelombang (gambar rambat gelombang bunyi) begitu bagaimana caranya ;p

Ketika berbicara mengenai energi panas, kami melakukan percobaan dengan menggunakan kaca pembesar dan kertas koran. Dengan menggunakan kedua alat tersebut kami memanfaatkan energi panas matahari. Sampai berasap dan ada apinya juga ^^

Dari energi panas, kemudian cahaya kami berkenalan dengan bayangan. Dengan menggunakan senter hp dan obyek bola kami mensimulasikan gerak orbit bumi terhadap cahaya matahari.  Dengen energi cahaya dan bayangan yang jatuh sebenarnya kita juga bisa belajar mengenai waktu-waktu sholat. Sayang karena saya tidak ada ilmu mengenai ini, jadi luput begitu saja belajar mengenai waktu sholat…

Terlepas dari semua kelebihan dan kekurangannya, alhamdulillah… rasanya menyenangkan dan anak-anak bersemangat. Kami juga memanfaatkan buku educomic dari BIP yang berjudul Cahaya dan Bayangan. Nyambung dengan topik bahasan ^^

Berbicara mengenai energi listrik, dengan bermodalkan 9rb rupiah, jadilah percobaan energi listrik sederhana dirumah kami. Ayah abbas yang mendampingi pada percobaan ini, alhamdulillah santai euy ^^

Bahan yang diperlukan:
Baterai kecil 2bh
Lampu kecil 2bh
Kabel


Energi listrik dari baterai yang membuat lampu menyala… ah sudah tahu yha? ^^ Tapi anak-anak belum benar-benar tahu sampai mereka melihatnya sendiri. Energi listrik juga mengalir pada jaringan tertutup, dan dapat diubah menjadi energi lain.

Asyiknya mencoba….^^

Iklan

Read Full Post »

Saya mendapatkan gambar learning pyramid ini dari seorang guru sekolah jerman, Ines Setiawan. Ketika melihatnya pertama kali, gambarnya terkesan sangat sederhana, tapi memiliki arti yang mendalam untuk saya.

Piramida tersebut adalah hasil dari penelitian National Training Laboratories, Bethel, Maine. Begini kira-kira yang diterangkan oleh gambar tersebut. Konon tingkat retensi (bertahannya ingatan akan suatu ilmu, cmiiw) dilihat dari cara belajarnya seseorang adalah sebagai berikut:
1. Lecture (dari mendengarkan orang bicara)
2. Reading (dari membaca) 10%
3. Audiovisual (dapat dinikmati oleh mata dan telinga) 20%
4. Demonstration (dengan praktek) 30%
5. Discussion (dengan diskusi) 50%
6. Practice Doing (dipraktekkan kekehidupan nyata) 75%
7. Teach Others (Mengajarkan ilmu tsb pd orang lain) 90%

Ternyata tingkat retensi yang paling tinggi adalah bila kita mengajarkan ilmu tersebut pada orang lain, yaitu sebesar 90%. Kemudian saya membicarakan tentang jadwal belajar dan piramida ini dengan anak saya, Abbas. Hasilnya ia mau ada sesi “mister Abbas” dalam jadwal belajarnya. Dimana dalam sesi ini, ia akan mengajari saya pelajaran-pelajaran yang menurutnya penting untuk saya tahu. Jadi hari pertama saya sempat mendapatkan kuliah dari Abbas tentang zaman prasejarah. Bagaimana hiu zaman dulu berevolusi, menjadi hiu zaman sekarang, begitu katanya.

Begitu juga ketika menemui badak prasejarah yang berbulu lebat. Saya katakan, “Ah, masa badak bulunya lebat begitu…”. Lalu dijawab olehnya, “Ya mungkin saja Mi, khan dilihat dari zaman apa dia hidup.” Saya tanya lagi, “Lho kok? apa hubungannya zaman dengan bulu?”. Begini kira-kira jawabannya, “Kalau dia hidup dizaman es, dia harus berbulu lebat. Karena kalau tidak, badaknya bisa mati beku. Coba ummi inget khan, orang-orang eskimo perlu baju hangat yang tebal biar tidak membeku. Badak juga perlu bulu yang tebal.” MasyaAllah…. Demikian sedikit kisah belajar yang dikaruniakan Allah kepada kami. Alhamdulillah dari sesi mister abbas ini ia jadi terlatih setidaknya untuk berbicara, dan juga menyampaikan sesuatu.

Mengenai teori evolusi, tentu saja kami bukan penganutnya! Tapi kami (ayah abbas dan saya) berpendapat bahwa mengenalkan teori sains pd anak, bukan berarti menganutnya. Tapi mengenalkan saja bahwa ada fulan yang berpendapat demikian dan demikian. Allahu a’lam.

Kami telah belajar bahwa manusia pertama adalah nabi Adam alayhis salam. Alhamdulillah abbas dengan sendirinya bilang, mana mungkin monyet berubah jadi manusia dan manusia pertama itu adalah Nabi Adam. Sampai sekarang Abbas tidak bisa terima gambar manusia purba yang ada dibuku ensiklopedinya. Menurutnya Nabi Adam itu pasti ganteng. Yha iyalah, khan Nabi Adam alahissalam adalah manusia yang diciptakan langsung oleh tangan Allah Azza wa Jalla. Beda dengan manusia lainnya, yang ditiupkan ruhnya ^^

Kaitannya dengan dinosaurus, saya sendiri menganggap bahwa Dinosaurus itu adalah karunia Allah. Dengan adanya peninggalan fosil-fosilnya (bukti berupa tulang-tulangnya). Manusia diuntungkan dengan adanya fosil tsb yaitu berupa minyak bumi. Abbas juga pernah bilang, mungkin saja dino itu tinggi-tinggi, bukankah Nabi Adam juga setinggi gunung? Saya cuma senyum-senyum saja, terus inget perkataan Aisyah –radhiyallahu anha– ketika beliau ditanya tentang mengapa kudanya bersayap? Aisyah –radhiyallahu anha- menjawab “bukankah kuda Nabi Sulaiman bisa terbang?” ^^ Jawaban yang cerdas sekali, hingga Rasulullah shalallahu ‘alayhi wa sallam tertawa. Allahu a’lam.

Read Full Post »

Sains kali ini kami belajar tentang hewan dan tumbuh-tumbuhan. Menggolongkan hewan dan tumbuhan, makanan mereka, juga manfaatnya bagi manusia. Kami juga belajar tumbuh-tumbuhan yang merugikan manusia. Kebetulan kami memang sedang menyelesaikan buku (BSE) IPA kelas 2 yang dapat diunduh bebas dari puskur.

Kami belajar bagian tubuh tumbuhan, kami mengunduh kertas kerjanya dari superteacher. Kami juga belajar mengenai fakta-fakta tentang tumbuhan. Kami juga membaca buku “rahasia tumbuhan”, elex media komputindo. Belajar online tentang tumbuhan lewat macmillan, juga mengamati tumbuhan secara langsung. Ketika kami mencabut satu tumbuhan kecil dari akarnya, kami takjub dengan tumbuhan kecil tetapi mempunyai akar yang panjang. Mungkin karena akar itu sedang berusaha mencari makanannya yha Mi, begitu komentar salah satu anak kami.

Kami juga belajar tentang lebah, yang memberikan madu kepada manusia. Subhanallah, bahkan lebah termasuk salah satu binatang yang disebut didalam dalam Al quran. Yasmin menikmati tarian lebah, dimana lebah punya pola sendiri ketika pergi dan pulang kesarangnya bila menemukan bunga yang bisa diambil madunya.

Read Full Post »

Link belajar sains, Mac Millan/McGraw-Hill California science. Info link saya peroleh dari Bu Ines Setiawan, seorang guru sekolah Jerman di Jakarta. Dalam link tersebut tersedia aktivitas online untuk kelas Tk dan kelas 1-6. Kebetulan bertepatan dengan HSer kami yang belajar tentang tumbuhan (buku BSE kelas 2), alhamdulillah ada penunjang di link tsb bisa diintips di buku grade 1.

Read Full Post »

Balon udara

Setelah menonton iklan curious george, Abbas menjadi curious dan bertanya, “kenapa di balon udara ada yang dibakar?”

Karena tidak tahu, saya browsing jawabannya lewat google. Ternyata jawaban di web Fisika Asyik adalah:
A : Prinsip kerja balon udara adalah dengan membuat udara dalam balon lebih ringan atau memiliki massa jenis yang lebih kecil dari udara luar sekitar balon sehingga balon udara dapat naik (terbang). Ada dua tipe balon udara:
1. balon udara yang diisi dengan udara panas
– pada jenis balon udara ini terdapat suatu pembakar yang berfungsi untuk memanaskan udara dalam balon sehingga udara dalam balon menjadi lebih ringan dari udara luar sekitarnya.

2. balon udara yang diisi dengan gas yang memang ringan:
– gas hidrogen, namun kelemahan dengan menggunakan balon berisi gas hidrogen ini adalah mudah terbakar.
– gas helium, aman namun sangat mahal.
Penemu balon udara pertama sekali adalah kakak beradik Josef dan Etienne Montgolfier.

Asyik yha tekhnologi yang dapat dinikmati anak-anak sekarang ini ^^. Ingin tahu mengenai sesuatu bisa langsung ke ahlinya. Alhamdulillah… saya juga baru tau nih ^^

Read Full Post »

Salah satu cara belajar yang disukai anak-anak adalah dengan percobaan-percobaan. Percobaan kali ini sengaja sudah disiapkan bahan-bahannya yaitu garam, air, wadah air dan benda-benda yang bisa mengapung dan tenggelam. Untuk garam saya menyediakan agak banyak, yaitu 12 buah garam batu. Tujuan dari percobaan ini untuk memperkenalkan konsep sains, bahwa air yang mengandung garam akan lebih rapat dan bisa menahan berat lebih besar.

Saya memasukkan benda kedalam air sebelum ia diberi garam. Masukkan benda yang sama kedalam air setelah diberi garam. Mana yang mengapung, mana yang masih tenggelam. Libatkan anak-anak dalam percobaan ini, biarkan mulut kita yang bicara, tetapi tangan mereka yang bekerja.

Untuk menambah cerita, saya menceritakan tentang laut mati sebagai contoh perbandingan air, antara air di kolam dan air yang mengandung garam di laut mati. Konon tempat itu adalah bekas-bekas kaum Nabi Luth alayhis salam yang di adzab Allah. Allahu a’lam.

Read Full Post »