Feeds:
Pos
Komentar

Belajar dan Mengajar

Di lingkungan rumah kami banyak anak-anak yang belum bisa/lancar membaca, walau mereka sudah sekolah. Jadi kami mengumpulkan beberapa anak sekitar rumah kami, untuk belajar bersama. Saya mengajarkan anak-anak iqro, anak kami A mengajarkan teman-temannya membaca.

Begini nih aksinya anak kami ketika jadi bapak guru… ^^ beibi kami H juga ikutan lho.

 

 

 

Tapi kadang-kadang Ia kurang sabar menghadapi teman-temannya. Maunya semua temannya cepat bisa… hehe… sabar yha Bang!

Iklan

Kudapan

Ngomong-ngomong soal kudapan siang. Begini kudapan disela-sela waktu kegiatan kami…

 

 

 

Ada jagung rebus, kacang bogor, mayonaise. Tadinya ada brokoli dan wortel, tapi sudah di ‘gadoin’ duluan. Yes! sukses deh kudapannya. Eit… jagungnya dimakan dede kecil… ^^

 

 

 

Wah… kamu kecil-kecil makannya banyak juga De…

 

 

 

Hmm… kalau ini namanya pisang goreng. Oh, sudah tahu yha? ini adalah kegemaran kami semua dirumah. Termasuk makhluk kecil  yang lucu ini.

 

 

Nyam…nyam…

Begini ini nih anak-anak kami kalau sedang “iseng” …

Y: Kaka buat kamera Mi…
U: Oke deh kk… senyum.

 

 

 

 

Y: Kk buat tas Mi.
U: Wah… lumayan yha buat koin. Hehehe…

 

 

 

 

 

 

U: Ummi buat cerita nih, kakak baca yha.
Y: Iya Mi. Nanti kakak buat cerita ummi baca yha…
U: Oke ^^

 

 

 

 

Ummi: Mungkin yang baca postingan ini juga sedang “iseng” ^^

Blog Muslim Homeschool

Alhamdulillah akhirnya jadi juga saya membuat sebuah blog yang isinya pembicaraan  seputar homeschool dan link belajar. Blog ini ditujukkan untuk membantu teman-teman yang ingin tahu mengenai homeschool dan seluk beluknya. Silahkan kunjungi blog sederhana saya http://muslim-homeschool.blogspot.com/, semoga dapat bermanfaat.

 

Aktivitas Pagi

Sudah lama saya tidak update tulisan di blog. Kenapa yha kok jarang update? hmm… mungkin karena ketiadaan kamera, hehehe…. Alhamdulillah sekarang udah beli kemera baru lho, cuit…cuit. Ini hasil jualan buku saya di jualanummi dan ditambah oleh ayahnya anak-anak lho… Blog tersebut adalah tempat saya berjualan buku-buku untuk anak. Ehm… jika Anda berminat dengan buku-buku koleksi kami, bisa gabung di pagenya kami di facebook.  

Oke, begini sebagian aktivitas pagi kami…

Anak kami si A (7 tahun 8 bulan) rutinitas paginya adalah mendengarkan alunan Al Qur’an yang kami donlot di Islamway, Children’s Teaching Quran. Ada banyak qori yang lain yang bisa Anda pilih di link tersebut. Alhamdulillah si A, memang baru hafal setengah dari juz 30, anak kami memulainya dari surat An Naba. MasyaAllah, anak-anak memang mudah dalam menghafal. Sebagaimana kata pepatah menghafal di waktu muda seperti menulis di atas batu sedangkan menghafal di waktu tua seperti menulis di permukaan air. Bener nggak nih saudara-saudari? Berhubung belum bisa maju menghafalnya, karena menunggu didengarkan dulu bacaannya oleh ustadz anak kami. Jadi 2 minggu ini kami masih berkutat disurat tersebut saja ^^

Sementara abang menghafal, Adiknya Y (4 tahun 11 bulan) melakukan aktivitas lain. Pertama ia membuka situs Starfall. Belum sampai 10 menit sudah berganti tema. Oh.. rupanya ia menggambar, mengambil kertas,  memotong-motongnya kemudian menggambar. Kemudian jadilah seperti ini.

Hmmm… kalau disekolah ini pelajaran apa yha? Pelajaran menggambar atau menulis?

Ini adalah tulisan Ustadz Abdullah Zaen, Lc., M.A, yang dibagikan oleh Ummu Abdirrahman di facebook. Awal mula tulisannya ini seperti yang diceritakan sendiri oleh Ustadz Abdullah Zaen, “Di bulan Ramadhan tahun ini, kami mendapat amanah untuk mengimami shalat Tarawih dan Subuh di Masjid Agung Darussalam Purbalingga selama lima hari. Masih dalam rangkaiannya, kami ditugaskan untuk memberikan kuliah Tarawih dan kuliah Subuh. Kebetulan materi pengajian Tarawih seputar pilar-pilar penting dalam mendidik anak.

Karena banyaknya permintaan dari jama’ah, bahan materi tersebut kami kumpulkan dalam bentuk makalah yang kami beri judul “Jurus Jitu Mendidik Anak”. Tentu masih terlalu jauh dari  format sempurna, namun semoga yang sederhana ini bisa bermanfaat bagi kita semua….”

Jurusnya sederhana, kata-katanya juga sederhana tapi indah, membuat sadar siapa yang membacanya –insyaAllah– akan tanggung jawab mendidik anak. Saya copas secara bertahap untuk perenungan saya pribadi juga share saya kepada teman-teman. Semoga postingan ini dapat bermanfaat untuk saya dan kaum muslimin yang membacanya. Aamiin.

JURUS PERTAMA: MENDIDIK ANAK PERLU ILMU

Ilmu merupakan kebutuhan primer setiap insan dalam setiap lini kehidupannya, termasuk dalam mendidik anak. Bahkan kebutuhan dia terhadap ilmu dalam mendidik anak, melebihi kebutuhannya terhadap ilmu dalam menjalankan pekerjaannya.

Namun, realita berkata lain. Rupanya tidak sedikit di antara kita mempersiapkan ilmu untuk kerja lebih banyak daripada ilmu untuk menjadi orangtua. Padahal tugas kita menjadi orangtua dua puluh empat jam sehari semalam, termasuk saat tidur, terjaga serta antara sadar dan tidak. Sementara tugas kita dalam pekerjaan, hanya sebatas jam kerja.

Betapa banyak suami yang menyandang gelar bapak hanya karena istrinya melahirkan. Sebagaimana banyak wanita disebut ibu semata-mata karena dialah yang melahirkan. Bukan karena mereka menyiapkan diri menjadi orangtua. Bukan pula karena mereka memiliki kepatutan sebagai orangtua.

Padahal, menjadi orangtua harus berbekal ilmu yang memadai. Sekadar memberi mereka uang dan memasukkan di sekolah unggulan, tak cukup untuk membuat anak kita menjadi manusia unggul. Sebab, sangat banyak hal yang tidak bisa dibeli dengan uang.

Uang memang bisa membeli tempat tidur yang mewah, tetapi bukan tidur yang lelap.

Uang bisa membeli rumah yang lapang, tetapi bukan kelapangan hati untuk tinggal di dalamnya.

Uang juga bisa membeli pesawat televisi yang sangat besar untuk menghibur anak, tetapi bukan kebesaran jiwa untuk memberi dukungan saat mereka terempas.

Betapa banyak anak-anak yang rapuh jiwanya, padahal mereka tinggal di rumah-rumah yang kokoh bangunannya. Mereka mendapatkan apa saja dari orangtuanya, kecuali perhatian, ketulusan dan kasih sayang!

Ilmu apa saja yang dibutuhkan?

Banyak jenis ilmu yang dibutuhkan orangtua dalam mendidik anaknya. Mulai dari ilmu agama dengan berbagai varianya, hingga ilmu cara berkomunikasi dengan anak.

Jenis ilmu agama pertama dan utama yang harus dipelajari orangtua adalah akidah. Sehingga ia bisa menanamkan akidah yang lurus dan keimanan yang kuat dalam jiwa anaknya. Nabi shallallahu’alaihiwasallam mencontohkan bagaimana membangun pondasi tersebut dalam jiwa anak, dalam salah satu sabdanya untuk Ibnu Abbas radhiyallahu’anhuma,

“إِذَا سَأَلْتَ فَاسْأَلْ اللَّهَ، وَإِذَا اسْتَعَنْتَ فَاسْتَعِنْ بِاللَّه”.

“Jika engkau memohon, mohonlah kepada Allah. Dan jika engkau meminta pertolongan, mintalah kepada Allah”. HR. Tirmidzi dan beliau berkomentar, “Hasan sahih”.

Selanjutnya ilmu tentang cara ibadah, terutama shalat dan cara bersuci. Demi merealisasikan wasiat Nabi shallallahu’alaihiwasallam untuk para orangtua,

“مُرُوا أَوْلَادَكُمْ بِالصَّلَاةِ وَهُمْ أَبْنَاءُ سَبْعِ سِنِينَ، وَاضْرِبُوهُمْ عَلَيْهَا وَهُمْ أَبْنَاءُ عَشْر”.

“Perintahkanlah anak-anak kalian untuk shalat saat berumur tujuh tahun, dan pukullah jika enggan saat mereka berumur sepuluh tahun”. HR. Abu Dawud dan dinilai sahih oleh Syaikh al-Albany.

Bagaimana mungkin orangtua akan memerintahkan shalat pada anaknya, jikalau ia tidak mengerti tatacara shalat yang benar. Mampukah orang yang tidak mempunyai sesuatu, untuk memberikan sesuatu kepada orang lain?

Berikutnya ilmu tentang akhlak, mulai adab terhadap orangtua, tetangga, teman, tidak lupa adab keseharian si anak. Bagaimana cara makan, minum, tidur, masuk rumah, kamar mandi, bertamu dan lain-lain.

Dalam hal ini Nabi shallallahu’alaihiwasallam mempraktekkannya sendiri, antara lain ketika beliau bersabda menasehati seorang anak kecil,

“يَا غُلَامُ سَمِّ اللَّهَ وَكُلْ بِيَمِينِكَ”.

“Nak, ucapkanlah bismillah (sebelum engkau makan) dan gunakanlah tangan kananmu”. HR. Bukhari dan Muslim dari Umar bin Abi Salamah.

Yang tidak kalah pentingnya adalah: ilmu seni berinteraksi dan berkomunikasi dengan anak. Bagaimana kita menghadapi anak yang hiperaktif atau sebaliknya pendiam. Bagaimana membangun rasa percaya diri dalam diri anak. Bagaimana memotivasi mereka untuk gemar belajar. Bagaimana menumbuhkan bakat yang ada dalam diri anak kita. Dan berbagai konsep-konsep dasar pendidikan anak lainnya.

Ayo belajar!

Semoga pemaparan singkat di atas bisa menggambarkan pada kita urgensi ilmu dalam mendidik anak. Sehingga diharapkan bisa mendorong kita untuk terus mengembangkan diri, meningkatkan pengetahuan kita, menghadiri majlis taklim, membaca buku-buku panduan pendidikan. Agar kita betul-betul menjadi orangtua yang sebenarnya, bukan sekedar orang yang lebih tua dari anaknya!

Gambar diambil dari infomuslimah.com

Saya mendapatkan ide kegiatan ini dari klub oase di facebook yang di posting oleh Mbak lala. Maka ketika siang menjelang saya menjalan hampir sama persis seperti yang dilakukannya. Saya katakan kepada anak-anak untuk mengumpulkan bahan-bahan dari luar untuk dibuatkan sebuah karya apa saja. Saya berikan waktu pada mereka sekitar 15 menit. Eh…. tapi sebelum 15 menit sudah pada pulang lagi…;p padahal sih maunya lamaan dikit, secara ada yang mau saya kerjakan dirumah.

Akhirnya setelah sibuk buat-buat, yang cuma sebentar, jadi dua karya istimewa ini. Idenya unik, anak pertama kami membuat karya yang judulnya danau. Dia menambahkan batu-batu, pepohonan (diambil dari pohon pepaya) disekitar danau sederhana buatannya. Ide yang patut saya puji ketika dia mengusapkan penghapus papan tulis untuk menggambarkan kedalaman air danau. Di usap dan digosok-gosokkan ke kertas, jadi deh danau sederhana buatannya yang agak kelihatan menghitam.

Anak kedua kami menggunakan benda yang lebih sederhana. Ia membuat badan monyet dari lidi kecil dan kepalanya dari pecahan genteng. Eit… apa itu… ooo ternyata itu adalah pisang. Pisang dibuat dari batang pohon kecil yang dikupas-kupas menyerupai pisang. Judul karyanya monyet sedang makan pisang…^^ “Wah ini pisangnya lebih besar dari monyetnya nak…”, hahaha…anak kami terawa geli juga melihatnya.

Alhamdulillah bisa didokumentasikan, secara ayah abbas sedang ada dirumah. Jadi bisa difoto pakai notebook ayah Abbas. Ayooo di foto dulu…